Ini hanya sekedar catatan yang ringan bila dibandingkan dengan apa yang orang sedan ramai membicarakan kasus cicak vs. buaya di televisi. Ini hanya sebatas pengalaman pribadi saya ketika berangkat ataupun pulang dari tempat kerja.
Saya suka memperhatikan kondisi jalanan di daerah Bandung ini, khususnya yang sudah memasuki wilayah ‘pelosok’ atau perbatasan kota. Kok, cepet banget jalanan berlubang? Bagaimana tidak, para pemilik rumah membuat parit di depan rumah / tokonya rata-rata lebih tinggi dari permukaan jalan aspal. Bukankah parit itu berfungsi untuk mengalirkan air ketika hujan ? Jika sudah begini, justru air akan menggenang di jalan aspal. Hal ini akan menyebabkan aspal jalanan lebih cepat terkikis.
Di sisi lain, bukan bermaksud berprasangka buruk terhadap pihak terkait bahwa kalo semakin cepat rusak jalanan, semakin banyak pula ‘proyek’ untuk memperbaiki jalanan tersebut.
Ini hanya sekedar tafsiran saya yang coba saya bagi di sini, walau mungkin tidak atau belum ada yang berkomentar. ini adalah tulisan pertama saya setelah sekian lama tidak ‘blogging’ dan ini pun merupakan alamat baru saya yang sebelumnya saya tinggal di fraHart.
Pada suatu waktu, saya akan coba sortir beberapa tulisan pilihan pada alamat lalu di sini.
[dalam rangka menahan kantuk sementara belajar sesuatu yang baru dalam perangkat lunak pengolah citra dijital]